BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN, DAN PENGEMBANGAN DAERAH

Jln. Gatot Subroto No. 20 Ungaran, Telp. (024) 6924962, (024) 6924963, e-mail: bappeda@semarangkab.go.id

Berita

Kunjungan Kerja Bappeda Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur

Pada Hari Kamis, 17 November 2016 Bappeda Kabupaten Semarang menerima kunjungan dari Bappeda Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur terkait dengan Konsep Perencanaan Progam Pembangunan secara terpadu khususnya di Rintisaan Desa Inovatif – Desa Matra (Pembangunan Desa In Matra) di Kabupaten Semarang. Rombongan terdiri dari Sekretaris, para Kabid dan Kasubid serta beberapa orang staf dipimpin oleh Sekretaris Bappeda Kabubupaten Sidoarjo Drs. Puguh Pramono, M.Si. dan diterima oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Semarang Drs. Budi Sugito, M.Si bersama para Kabid dan Kasubid serta beberapa staf Bappeda.

Pada kesempatan ini Sekretaris Bappeda Kabupaten Semarang menyampaikan ucapan selamat datang dan selayang pandang Kabupaten Semarang baik mengenai kondisi geografi, demografi, pemerintahan, potensi ekonomi daerah dan permasalahannya. Selanjutnya penjelasan mengenai teknis sinergisitas perencanaan Pembangunan Daerah dengan perencanaan di tingkat desa dan Konsep Perencanaan Pembangunan Desa In Matra disampaikan oleh Kabid Pemerintahan dan Sosial Listina Aryani, SH, MM.

Desa In MATRA

Desa In MATRA diawali pada Tahun 2012 dengan Konsep “Desa Inovatif” yang artinya bahwa desa diharapkan mampu memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki ( SDA, SDM, Kelembagaan) dengan cara baru yang dilakukan dengan sengaja dan direncana atau tidak secara kebetulan untuk mewujudkan kemandirian Desa.

Dengan Pilot Project di 5 (lima) desa yakni Desa Tawang Kecamatan Susukan; Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa; Desa Asinan Kecamatan Bawen; Desa Polosiri Kecamatan Bawen; Desa Candirejo Kecamatan Pringapus.

Setelah dilakukan evaluasi ternyata konsep tersebut perlu dipertahankan dan dikembangkan untuk mendukung atau mempercepat perwujudan Visi Bupati Semarang yakni “MATRA” (Mandiri, Tertib, Sejahtera), maka Konsep Pembangunan Desa Inovasi dikembangkan menjadi Pembangunan Desa In MATRA dengan Pilot Projek di 41 Desa. Konsep pembangunan Desa In MATRA adalah Model pembangunan terpadu yang merupakan siklus pembangunan dimulai dari proses identifikasi potensi sumberdaya dan menentukan arah pembangunan yang melibatkan segenap unsur desa dengan proses yang mengutamakan sinkronisasi antarsektor dan antarpelaku serta mengedepankan inovasi dalam berbagai bidang guna mewujudkan desa yang Mandiri dengan mengoptimalkan dan memberdayakan potensi yang dimiliki dan mampu bersaing dengan desa yang lain, Tertib Masyarakatnya dalam arti taat terhadap aturan tertulis dan maupun tidak tertulis yang berlaku di desa sehingga bisa terwujud Masyarakat yang aman Sejahtera.

  Indikator yang digunakan dalam Penetapan Lokasi Desa IN MATRA:
  1. Dukungan sistem kelembagaan dan infrastruktur desa mengalami peningkatan namun belum maksimal.
  2. Kapasitas dan komitmen aparatur desa mulai muncul namun perlu ada dorongan agar lebih cepat mewujudkan desa Inovatif yang Mandiri Tertib dan Sejahtera.
  3. Potensi Desa mulai diberdayakan dengan tehnologi sederhana.
  4. Rendahnya aksesibilitas masyarakat terhadap dunia luar.
  5. Partisipasi masyarakat mulai muncul namun perlu ada sentuhan stimulan untuk meningkatkan kegiatan pembangunan Desa.

  Indikator yang ingin dicapai dengan adanya konsep pembangunan Desa In MATRA:
  1. Dukungan sistem kelembagaan dan infrastruktur desa:
    a. Berfungsinnya berbagai kelembagaan pemerintahan, sosial, dan ekonomi desa. Misalnya melalui: pengembangan pasar desa, kelompok tani, lumbung desa dan kerjasama antar desa.
    b. Ketersediaan, pemanfaatan dan terpeliharanya berbagai infrastruktur desa dalam pembangunan, misalnya: irigasi, transportasi, komunikasi dan energi desa.
  2. Kapasitas dan komitmen aparatur desa:
    a. Kompetensi aparat desa dalam melakukan sinkronisasi berbagai sumberdaya pembangunan.
    b. Kemampuan untuk memaksimalkan pemanfaatan potesi desa.
    c. Akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan desa.
  3. Potensi Desa:
    a. Kemampuan untuk mengenali potensi sumber daya alam desa.
    b. Kemampuan mengenali potensi sumberdaya manusia misalnya: kader desa, PKK, Karangtaruna, organisasi sosial desa.
    c. Pemanfaatan Tehnologi Tepat Guna sesuai dengan potensi desa.
    d. Kelestarian dan keberlanjutan sumberdaya alam dan sosial desa.
  4. Aksesibilitas Desa:
    a. Infrastruktur penghubung yang memadai.
    b. Infrastruktur informasi dan komunikasi yang dapat digunakan untuk berhubungan dengan dunia luar.
  5. Partisipasi Masyarakat:
    a. Meningkatnya dukungan masyarakat terhadap proses pemerintahan dan pembangunan desa.
    b. Dukungan masyarakat dalam pengembangan teknologi inovasi.
    c. Indikator secara rinci di sesuaikan dengan tujuan dan sasaran dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

  Ada beberapa bentuk intervensi Pemerintah Daerah untuk mewujudkan Pembangunan Desa In MATRA ini, yakni:
  1. Dari sisi Perumusan Kebijakan Daerah:
Disusunnya beberapa Peraturan Daerah Yang mengatur tentang Desa antara lain Peraturan Daerah tentang Kerjasama Desa, Pedoman Pembentukan BUMDes, Perda tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, termasuk Peraturan Bupati Semarang Tentang Pengadaan Barang Dan Jasa di Desa.
  2. Bintek Penyusunan Peraturan Desa Tentang RPJMDesa, Peraturan Desa Tentang RKPD Desa, Teknik Penyusunan Produk Hukum Desa, Penata Usahaan dan Pertanggungjawaban, Pengadaan Barang dan Jasa.
  3. Pendanaan Desa In MATRA tidak dialokasikan dana secara khusus yang dibantukan ke desa.
  4. Untuk mendukung Progrm dan kegiatan di desa In MATRA dilakukan melalui Program dan kegiatan pada SKPD sesuai dengan kewenangan dan tugas pokok fungsi SKPD dan Pemerintah Desa itu sendiri serta swadaya dari masyarakat.
  5. Fasilitasi Penyusunan Dokumen Pola Tata Desa, untuk membantu desa dalam merumuskan rencana arah kebijakan pembangunan Desa berdasarkan potensi yang dimiliki, kelemahan, kekuatan dan peluang serta kebutuhan desa dan untuk merumuskan tipologi desa.
  6. Fasilitasi pembuatan Tehnologi Tepat Guna Sederhana.

  Maksud dilaksanakan Konsep pembangunan desa In MATRA adalah:
  1. Mengoptimalkan pengelolaan Sumber Daya, menggali sumber pendapatan desa, serta sarana prasarana yang dimiliki oleh Desa.
  2. Masyarakat diharapkan memiliki jiwa inovasi, yakni penemuan-penemuan baru baik itu berupa gagasan (ide-ide), tindakan (metodologi) atau perlatan baru (teknologi).
  3. Inovasi merupakan salah satu faktor pelancar terjadinya perubahan sosial, yang merupakan inti dari pembangunan masyarakat.

  Tujuan:
  1. Mengajak masyarakat merencanakan semua kegiatan yang artinya mengajak bicara kepada masyarakat apa yang menjadi kebutuhannya secara umum dengan melihat potensi apa yang dimiliki. Mengajak Masyarakat untuk memikirkan dirinya sendiri dan orang lain.
  2. Memanfaatkan bantuan kegiatan yang masuk desa dan memaksimalkan potensi sendiri.
  3. Mengurangi pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja baru dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa.
  4. Memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk betah/Kerasan tinggal di desa tanah kelahiranya dengan merobah pola pikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
  5. Memfokuskan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam mengembangkan potensi desa sehingga menekan kesenjangan antara Perdesaan dan Perkotaan.

Acara kunjungan dilanjutkan ke Desa Bergas Kidul Kecamatan Bergas sebagai salah satu Desa In MATRA di Kabupaten Semarang untuk mengetahui/melihat secara langsung implementasi konsep pembangunan di Desa In MATRA, Proses Penyusunan perencanaan Program dan kegiatan Unggulan di desa serta Pengembangan Usaha BUMDes.

 

[ Lihat Galeri Kunjungan Kerja Bappeda Sidoarjo