BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN, DAN PENGEMBANGAN DAERAH

Jln. Gatot Subroto No. 20 Ungaran, Telp. (024) 6924962, (024) 6924963, e-mail: bappeda@semarangkab.go.id

Berita

SEMINAR INTERNASIONAL TAHUN 2019

Upload Web01 Resized

Sebagai salah satu rangkaian acara dalam penyelenggaraan perlombaaan olah raga gantole skala internasional bertajuk Telomoyo Cup ke-5 yang rutin diselenggarakan di Kabupaten Semarang sekaligus juga dalam rangka mendukung tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata berbasis kawasan MICE yang dapat berdampak positif pada peningkatan daya saing, kesejahteraan dan kemandirian bangsa, Pemerintah Kabupaten Semarang bekerja sama dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dan Panitia Telomoyo Cup Tahun 2019 berinisiatif menyelenggarakan Seminar Internasional Bidang Kepariwisataan bertemakan : “Pengembangan Pariwisata Berbasis Aero Sport” yang telah dilaksanakan pada hari Kamis s.d. Jumat, tanggal 19 s.d. 20 September 2019, bertempat di Griya Persada Convention Hotel and Resort, Kecamatan Bandungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah para perwakilan dari :
a.Bappeda dan Dinas Pariwisata dari sejumlah Pemerintah Provinsi se-Indonesia;
b.Bappeda dan Dinas Pariwisata dari sejumlah Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah;
c.Bappeda dan Dinas Pariwisata dari sejumlah Pemerintah Kabupaten/Kota di luar Provinsi Jawa Tengah;
d.Federasi Aero Sport Indonesia (FASI);
e.Pelaku olah raga dan penyelenggara event aero sport di Indonesia;
f.Pelaku usaha dan jasa bidang pariwisata diwilayah Provinsi Jawa Tengah;
g.Pelaku usaha dan jasa bidang ekonomi kreatif diwilayah Provinsi Jawa Tengah;
h.Pelaku UMKM diwilayah Provinsi Jawa Tengah; serta
i.Perangkat Daerah Kabupaten Semarang terkait.

Adapun pembicara yang dihadirkan dalam kegiatan Seminar Internasional Bidang Kepariwisataan bertemakan: “Pengembangan Pariwisata Berbasis Aero Sport” berjumlah 6 (enam) orang yang terdiri dari :

a.Pembicara Utama/Keynote Speech, yaitu :
1.Menteri Pariwisata RI yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otorita Borobudur Kementerian Pariwisata, Bapak Agustine Parangin Angin;
2.Gubernur Jawa Tengah yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Pengembangan Pasar Bidang Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Ibu Tantri Apriani; dan
3.Sekretaris Jenderal FASI, Bapak Marsekal Pertama (Marsma) TNI Basuki Rochmat.

b.Narasumber/Penyaji Materi, yaitu :
1.Executive Director of Federation Aeronautique Internationale (FAI), Mr. August Gudmundsson yang berasal dari Islandia;
2.Penyelenggara The Philippine International Hot Air Balloon Fiesta, Mr. Joy Roa;
3.Wakil Sekretaris Jenderal FASI, Bapak Drs. Ersy Nuzul Firman Bayuadji, MM, MPS; dan
4.Pelaku usaha wisata aero sport, PT. Skydive Bali Group, Mr. Ossie Khan yang berasal dari Australia.

Capture

 IMG 6945 IMG 6947 

Kegiatan Seminar Internasional Bidang Kepariwisataan bertemakan: “Pengembangan Pariwisata Berbasis Aero Sport” dibuka secara resmi oleh Bupati Semarang, Bapak dr. H. Mundjirin E.S., Sp. OG. Dalam sambutannya membuka acara, Beliau Bapak Bupati Semarang menyambut antusias adanya kegiatan Seminar Internasional yang sekaligus merupakan momentum pencanangan Kabupaten Semarang menuju kawasan Meeting, Incentive, Convention and Exibition (MICE).

Pencanangan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk menggali, mengembangkan dan meningkatkan potensi kegiatan MICE di Kabupaten Semarang sehingga dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Semarang. 

Pada penyelenggaraan Seminar Internasional dilakukan pencanangan Kabupaten Semarang sebagai rintisan kawasan pariwisata berbasis MICE oleh Gubernur Jawa Tengah yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Pengembangan Pasar Bidang Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Ibu Tantri Apriani.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Ibu Tantri Apriani, Bapak Gubernur Jawa Tengah berpesan bahwa pencanangan Kabupaten Semarang sebagai rintisan kawasan pariwisata berbasis MICE harus diimbangi dengan penciptaan dan pengayaan event-event yang atraktif dan variatif. Dari sisi pemasaran, pengembangan kawasan MICE harus diikuti dengan upaya promosi pariwisata yang efektif, kreatif, inovatif dan kompetitif.

Disamping itu, pencanangan Kabupaten Semarang sebagai rintisan kawasan pariwisata berbasis MICE juga harus diimbangi dengan penataan obyek-obyek wisata yang didukung dengan penyediaan sistem transportasi dan infrastruktur yang memadai, penguatan sinergitas dan kerjasama antara stakeholder pariwisata, peningkatan kualitas pelayanan jasa pariwisata serta peningkatan kualitas SDM pelaku/pengelola jasa pariwisata. 

Terkait dengan pengembangan pariwisata berbasis aerosport, Menteri Pariwisata yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otorita Borobudur Kementerian Pariwisata, Bapak Agustine Parangin Angin menyampaikan bahwa pariwisata berbasis aerosport di Kabupaten Semarang merupakan salah satu sub sistem dalam pengembangan 5 (lima) destinasi super prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, yaitu masuk dalam sasaran prioritas destinasi wisata Borobudur sehingga sangat prospektif untuk dikembangkan.

Oleh sebab itu diperlukan simbiosis mutualisme antara pelaku pariwisata dan pengelola event olahraga aerosport agar dapat tercipta kerjasama yang sinergis dan saling menguntungkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan event olahraga aero sport yang memiliki daya tarik pariwisata dan terintegrasi dengan sistem kepariwisataan.

Dari sudut pandang FASI pengembangan pariwisata dirgantara/aerosport tourism merupakan terobosan yang perlu dikembangkan, dengan pertimbangan sebagai berikut:

a.Pariwisata merupakan salah satu prioritas nasional dikarenakan pariwisata dapat berfungsi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesai dan menjadi salah satu sumber pendapatan devisa negara;

b.Semakin meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata. Di era saat ini, masyarakat tidak lagi hanya berwisata seperti pada umumnya, namun mulai muncul trend baru untuk berwisata membelanjakan uangnya guna membeli pengalaman/experience baru yang belum pernah dicoba sebelumnya; 

c.Semakin meningkatnya minat dan kebutuhan masyarakat untuk berolahraga. Trend kegiatan olahraga saat ini tidak hanya sebagai aktivitas untuk memperoleh kesehatan/kesenangan/menyalurkan hobi semata, namun sudah mulai mengarah kepada sarana/media untuk berinteraksi sosial baik dilingkungan keluarga, kantor, pertemanan, dan juga sarana membangun jejaring sosial dan bisnis;

d.Semakin tumbuhnya minat masyarakat terhadap olahraga petualangan dan menikmati alam. Kegiatan olahraga petualangan/adventure tidak hanya digemari oleh kalangan remaja dan pemuda tetapi sudah mulai merambah ke kalangan yang lebih matang/senior dari segi usia.

Atas dasar keempat pertimbangan diatas dapat ditarik satu titik temu, yaitu adanya perkembangan/perubahan motivasi/ketertarikan masyarakat dalam menikmati pariwisata dan olahraga, sehingga munculah perpaduan aerosport tourism sebagai satu wujud penawaran/solusi alternatif yang dapat mengintegrasikan antara pariwisata dan olahraga kedalam satu aktivitas yang dapat dinikmati.

Berdasarkan hasil seminar dapat diperoleh sejumlah kesimpulan sebagai berikut :

a.Bahwa Indonesia dan mayoritas negara-negara di Asia pada umumnya memiliki variasi landskap yang dikelilingi pemandangan nan eksotis sehingga memiliki prospek sebagai lokasi penyelenggaraan event aero sport/olahraga dirgantara berkelas dunia;

b.Dalam praktek yang sudah berjalan, adanya event aero sport/olahraga dirgantara yang dilaksanakan disejumlah negara terbukti memiliki animo yang cukup tinggi dari masyarakat lokal dan mancanegara sehingga berpotensi menggerakkan geliat industri pariwisata;

c.Sehubungan dengan hal tersebut penyelenggaraan event aero sport/olah raga dirgantara yang dikelola secara profesional, kontinyu dan terintegrasi dengan sektor pariwisata serta lintas sektor lainnya sangat prospektif untuk dikembangkan menjadi pemicu/trigger dan sekaligus menghasilkan efek domino guna menggerakkan roda ekonomi masyarakat sehingga dapat memberikan sumbangsih yang nyata dan signifikan bagi pertumbuhan pendapatan per kapita penduduk di suatu negara.

d.Untuk mewujudkan event aero sport/olahraga dirgantara yang berkelas dunia diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait serta, khususnya didalam mengupayakan pembangunan/penyediaan fasilitas yang memadai untuk mendukung dan mengembangkan pariwisata berbasis aero sport/olahraga dirgantara serta untuk mengelola event aero sport/olahraga secara profesional, terpadu dan terintegrasi lintas sektor.

DSCF0621

DSCF0745  DSCF0758  IMG 6970 
 IMG 6988  IMG 6991  DSCF0908

Dalam rangkaian kegiatan seminar internasional juga dilaksanakan beberapa agenda pendukung sebagai berikut :

a.Pameran produk UMKM dan ekonomi kreatif Kabupaten Semarang yang diselenggarakan oleh Barenlitbangda bekerjasama dengan UMKM Center dan Komunitas Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang bertempat di Hotel Griya Persada, Bandungan pada tanggal 19 September 2019;

b.Kunjungan lapangan/field trip bagi peserta seminar internasional ke lokasi landing/pendaratan perlombaan gantole internasional Telomoyo Cup Tahun 2019 di Desa Sraten, Kecamatan Tuntang pada tanggal 19 September 2019 untuk melihat wujud keterpaduan penyelenggaraan event olahraga dengan acara festival hiburan rakyat yang dikelola bersama antara Panitia Telomoyo Cup Tahun 2019 dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang yang dilanjutkan dengan acara makan malam bersama di objek wisata Dusun Semilir, Kecamatan Bawen; serta

c.Kunjungan wisata One Day Tour bagi peserta seminar internasional ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Semarang pada tanggal 20 September 2019 untuk melihat lebih dekat pengelolaan potensi wisata di Kabupaten Semarang dan sekaligus juga dalam rangka untuk mempromosikan objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Semarang.

Adapun objek wisata yang dikunjungi dalam kegiatan One Day Tour tersebut adalah :
1.Taman Bunga Celosia, Kecamatan Bandungan;
2.Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan;
3.Museum Palagan Ambarawa, Kecamatan Ambarawa; dan
4.Wisata Eling Bening, Kecamatan Bawen.