Berita

ATASI SAMPAH SECARA MANDIRI DENGAN MAGGOT BSF (Black Soldier Fly)

 

Sebagai kelanjutan Sosialisasi Kaji Terap Budi Daya Maggot BSF di TPA Blondo tanggal 3 Nopember 2019, Barenlitbangda kembali menggandeng praktisi budidaya Maggot BSF, Bp. Sadmoko beserta tim sebagai pemateri pada kegiatan Sosialisasi Kaji Terap Budi Daya Maggot BSF pada tanggal 9 Desember 2019 bertempat di ruang pertemuan Dispertanikap Kabupaten Semarang. Peserta sosialisasi kali ini adalah Tim Penggerak PKK Kabupaten beserta seluruh Tim Penggerak PKK Kecamatan, Jajaran Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Semarang serta para Kasubag Umum dan Kepegawaian pada Perangkat Daerah Kabupaten Semarang. Berkenan hadir Ibu Ngesti Nugraha selaku Ketua GOW Kabupaten Semarang.

Pasca sosialisasi kaji terap diharapkan para peserta mampu menggerakkan anggotanya untuk mengelola sampah rumah tangga yang dihasilkan khususnya sampah organiksehingga tuntas di tempat, tidak harus sampai ke TPS dan TPA. Demikian juga bagi para Kasubag Umum dan Kepegawaian, dapat mensosialisasikan dan menerapkan pengelolaan sampah organik dengan metode ini di lingkungan kantor masing-masing. Cara tersebut sampah organik dapat diselesaikan secara tuntas ditingkat hulu (penghasil sampah).

Peserta sangat antusias menyimak materi yang disampaikan, karena selama ini sampah menjadi masalah pelik dan masih dikelola secara konvensional. Beberapa pertanyaan mengemuka, mulai dari bagaimana cara membudidayakan maggots BSF sampai dengan prospek bisnis yang timbul. Salah satu peserta, ibu Retno dari Muslimat Kabupaten Semarang sangat tertarik dan akan menerapkan metode ini sebagai solusi pengelolaan sampah dan pakan ternak lele di lingkungan pondok pesantren yang dikelolanya.

Kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut Konggres Sampah yaitu mengubah sampah sehingga “Sampah Jadi Berkah”. Metode pengelolaan sampah ini membawa dua dampak, yang pertama mampu mengurangi sampah dan kedua mampu memberikan nilai ekonomis tambahan pendapatan karena maggot dapat dijadikan sebagai pakan ternak berprotein tinggi,  sebagaimana disampaikan oleh Kepala Barenlitbangda, Ir. Anang Dwinanta, MM saat menutup sosialisasi. 

Materi dapat diunduh disini