BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN, DAN PENGEMBANGAN DAERAH

Jln. Gatot Subroto No. 20 Ungaran, Telp. (024) 6924962, (024) 6924963, e-mail: bappeda@semarangkab.go.id

Berita

Lokakarya Peningkatan Produksi Kedelai

Pelaksanaan Lokakarya Peningkatan Produksi Kedelai Sebagai Pendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Semarang Tanggal 24 Oktober 2013, Kegiatan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi Tahun 2013.

Salah satu komoditas pangan yang perlu segera ditangani adalah ketersediaan kedelai. terdapat masalah internal dan eksternal yang harus terus-menerus dibenahi agar agribisnis kedelai mempunyai prospek yang cerah.

Masalah internal yang menyebabkan agribisnis kedelai tak pernah bewanjak maju yang perlu segera dibenahi meliputi: peningkatan produktivitas kedelai, peningkatan luas areal tanam, perbaikan tataniaga dan insentif usaha, peningkatan efisiensi input kedelai, perbaikan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, peningkatan nilai tambah dan perbaikan akses pasar dan permodalan.

Sedangkan masalah eksternal yang perlu diatasi antara lain: ketergantungan impor benih dan impor produk kedelai, penetapan tingkat harga dasar kedelai yang menguntungkan petani, perbaikan kebijakan impor, dan membangun pemahaman terhadap seluruh pelaku agribisnis kedelai tentang perubahan iklim (lokal maupun global), serta upaya antisipasi terhadap perubahan iklim tersebut. Untuk itu perlu pendekatan komprehensif secara simultan agar tercapai swasembada kedelai di Indonesia.

Sementara itu, produktivitas kedelai hanya 1 ton per hektare. Jika harga kedelai Rp 6.000 per kg, maka petani memperoleh Rp 6 juta. Selisih jumlah yang cukup besar. Hal itu, katanya, membuat petani enggan menanam kedelai, lebih memilih jagung yang memberikan hasil jauh lebih besar.

Persoalan yang lain adalah, kedelai lokal kalah bersaing di pasar dalam negeri karena harganya lebih mahal dari kedelai impor. Menteri Pertanian Suswono, menilai perlu ada bantuan dari pemerintah agar biaya produksi turun, sehingga secara bertahap harga bisa bersaing dengan kedelai impor. Selama ini problemnya karena kedelai impor harganya murah. Petani baru menikmati harga Rp 7.000/kg, harga kedelai impor cuma Rp 4.500/kg.