BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN, DAN PENGEMBANGAN DAERAH

Jln. Gatot Subroto No. 20 Ungaran, Telp. (024) 6924962, (024) 6924963, e-mail: bappeda@semarangkab.go.id

Berita

Sisi Lain Enceng Gondok

Kalau memandang Rawa Pening dengan latar belakang Gunung Merbabu yang asri terasa sekali indahnya dan sangat menyejukan mata dan hati.

Namun dalam luasan Rawa Pening itu disana sini permukaannya terganggu oleh adanya gulma Enceng gondok.

Berbagai cara untuk mengatasi merebaknya enceng gondok di Rawa Pening sudah di coba. Dari pemotongan manual, pemotongan mekanis dengan perahu potong, pembatasan / zonasi dengan klante sudah banyak dilakukan. Tetapi jika pemotongan enceng gondok ditumpuk di areal rawa, maka mudah terbawa angin dan menumpuk lagi.

Bukan hanya itu, areal yang dipotong itu juga tidak sampai 15 hari tu seterusnya. Hal itu terjadi tumbuh lagi. Begitu seterusnya. Hal itu terjadi karena nutrisi di rawa untuk pertumbuhan enceng gondok begitu akibat erosi dan entrofikasi daerah hulu, jika pilihan zonasi yang dilakukan, maka areal tertentu tetap untuk enceng gondok. Sementara areal lain dibersihkan untuk air dan tempat wisata.

Baru-baru ini kelompok pemanfaat enceng gondok melalui binaan FEDEP dan Konsultan Jerman GIZ mengadakan workshop yang dilakukan di gazebo objek wisata Bukit Cinta setiap bulan sekali selama 3 bulan dengan mengumpulkan klaster pengrajin enceng gondok yang diketuai oleh Sdr. Slamet Triamanto.

Adapun materi workshop meliputi organisasi dan managemen kelembagaan, jiwa kewirausahaan dan motivasi serta konsolidasi antar pengrajin yang dinaungi oleh klaster. Berbagai pelatihan teknis yang dilakukan.

Masalah mendasar adalah siapa yang bisa menampung produk yg belum layak jual paska pelatihan ? (Sutrisno, Bidang Ekonomi Bappeda Kab. Semarang).

 

Contoh hasil kerajinan Enceng Gondok:


Kegiatan Workshop:

 

Rawa Pening: