Berita

Malaysia...

  Aku Akhirnya Sampai Juga

Jaman sekarang jarak bukan ukuran kilometer. Tapi waktu. Bayangkan Ambarawa - Ungaran bisa lebih jauh dari Semarang - Jakarta. Enggak percaya? Ya ini kita bicara dalam hari-hari biasa sekarang ini pas, Bawen macet karena ada pembuatan jalan beton dalam proyek KBK (katanya: Kontrak Berbasis Kinerja), macetnya bukan main. Lama. Bisa lebih dari 3 jam. Kalau kita ke Jakarta pakai Garuda paling-paling 1 jam. Nah! Lain Ambarawa lain Malaysia.

Malaysia itu dulu hanya lihatnya di peta. Ini bukan pengalamanku tapi pengalaman dari Drs Hadi Riyanto Kabid Ekonomi BAPPEDA Kabupaten Semarang, dengan mendompleng kegiatan "€œJava Promo"€ berkesempatan pergi nan jauh disana, negeri Jiran Malaysia tepatnya ke Penang.

Ya katanya Penang itu sebenarnya tidak jauh- jauh amat dari kita, artinya kemajuannya. Pada sebuah mall dia melihat ada kelompok PKL yang berjualan kuliner. Orangnya juga hampir sama. Bangsa keturunan Melayu dan nyatanya biasa - biasa saja. Hanya saja, memang masalahnya PKL itu sudah dikemas dengan paket-paket sehingga terkesan rapi.

Tapi kang, jangan-jangan justru itulah bedanya, bisa rapi dan disini bisa juga semrawut. "€œWah, tapi kita mestinya juga bisa"€, katanya.

Ya itu pengalaman pak Hadi. Nggak kecantol gadis Malaysia? Atau iri sama penyanyi Rossa yang mendapatkan gelar bangsawan Malaysia "Datuk"€. Rupanya pak Hadi juga dapat cuma bisa €œNggelar€ wisata saja disana tanggal 23-26 oktober 2013.

"€œPerjalanan rombongan Java promo: dari Adisucipto -€“ Jakarta - terus Kuala Lumpur"€, ini perjalanannya saja. "€œAkhirnya ..aku sampai juga di Malaysia", imbuhnya. Puas. (Sutrisno, bidang Ekonomi BAPPEDA).