BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN, DAN PENGEMBANGAN DAERAH

Jln. Gatot Subroto No. 20 Ungaran, Telp. (024) 6924962, (024) 6924963, e-mail: bappeda@semarangkab.go.id

Berita

INDEKS DAYA SAING DAERAH (IDSD) KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2020

 

 

Kondisi global yang terus berkembang menuntut daerah untuk memperkuat daya saing dengan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki. Guna mewujudkan tercapainya daya saing yang tinggi diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, untuk meningkatkan nilai tambah dari berbagai potensi unggulan yang dimiliki.

Komitmen tersebut terungkap oleh Bupati Semarang pada saat memaparkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Semarang Tahun 2020 secara virtual dihadapan tim penilai Indeks Daya Saing Daerah tingkat Provinsi Jawa Tengah.

 

Dengan optimis Bupati Semarang menyampaikan bahwa, Kabupaten Semarang sebagai hinterland (penyangga) ibu kota Provinsi Jawa Tengah memiliki posisi strategis penghubung pusat perkembangan wilayah Yogyakarta, Solo dan Semarang (JOGLOSEMAR). Dalam rangka memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi potensi tersebut diperlukan adanya berbagai terobosan dalam meningkatkan daya saing untuk mewujudkan kemandirian daerah.

Dari hasil pemetaan IDSD tahun 2020 secara sistem (aplikasi), dimensi tertinggi yang mengangkat daya saing daerah Kabupaten Semarang adalah: keamanan dan ketertiban, kompetisi dalam negeri dan ketenaga kerjaan.

 

Dimensi yang lain seperti kondisi perekonomian daerah dan ekosistem inovasi harus didorong terus secara maksimal agar dapat memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan daya saing daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Semarang yang lebih tinggi.

Write comment (0 Comments)

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) KAJIAN PENGEMBANGAN BUDAYA INOVASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN SEMARANG

 

 

Pelaksanaan otonomi daerah memberikan peluang yang seluas-luasnya dalam praktik penyelenggaraan pelayanan di daerah, sehingga setiap daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkreasi dan berinovasi dalam mewujudkan daya saing daerah yang lebih tinggi. Upaya peningkatan kemandirian daerah berimplikasi pada pelaksanaan pelayanan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat ke arah yang lebih baik, maka pemerintah daerah dituntut untuk lebih profesional dalam melakukan pengelolaan terhadap sumber daya yang dimilikinya, untuk itu perlu merancang suatu strategi inovasi guna mendukung pembangunan daerahnya dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Pada lingkungan organisasi yang berkembang semakin dinamis, kompleks dan sulit diprediksi memerlukan pengembangan inovasi dengan pendekatan sistem budaya. Guna mewujudkan keunggulan yang kompetitif dan daya saing daerah yang lebih tinggi, beberapa perangkat daerah sudah melaksanakan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Semarang, namun inovasi belum menjadi budaya di Perangkat Daerah sehingga kondisi tersebut belum bisa mengangkat daya saing daerah yang lebih signifikan.

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Barenlitbangda menyusun kajian pengembangan budaya inovasi perangkat daerah.

Sebagai tahap awal kajian, telah dilakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat daerah Kabupaten Semarang dengan narasumber Dr. Drs. Edy Dwi K, SE,MM dalam rangka menggali informasi meliputi: kondisi budaya inovasi saat ini, kendala dalam menerapkan dan mengembangkan inovasi, serta pengembangan inovasi yang akan datang.

Write comment (0 Comments)

KREATIVITAS DAN INOVASI MASYARAKAT KABUPATEN SEMARANG

 

 

Dalam rangka mewujudkan kreativitas dan inovasi masyarakat guna mendorong pertumbahan ekonomi daerah, Pemerintah Kabupaten Semarang mengikuti lomba Krenova tingkat Provinsi Jawa Tengah .

Atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang Kepala Barenlitbangda menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah menyelenggarakan lomba kreativitas dan inovasi (Krenova) sehingga dapat mendorong pelaku kreatif mengembangkan kreatifitas dan inovasinya guna meningkatkan daya jual nilai produk yang dihasilkan.

Saudara Firman Setyaji inventor dengan judul Bengok Craft –Upcycle Enceng Gondok sebagai peserta dari Kabupaten Semarang masuk 40 besar.

Untuk tahap penilaian Firman telah mendapat kesempatan untuk mempresentasikan kreativitas dan inovasinya dihadapan tim juri tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tanggal  8 Juli 2020.

Dalam paparannya Firman mengungkap tentang gulma enceng gondok dapat dimanfaatkan untuk berbagai kerajinan dengan memberdayakan masyarakat sekitar rawa pening, yang telah diawali di Desa Kesongo Kecamatan Tuntang.

 

Write comment (0 Comments)